OLEH : WIKE JUNIATI
Lirih sepoi semilir angin membelai wajahku
Mencoba bernafas dari keheningan yang menikamku
Awan pekat berselimut mendung nan gelap syahdu
Menyergap dan menguburku dalam ranjau rindu
Hasrat jiwa terperangkap dalam bingkai keheningan
Menjalar dalam denyut nadi kehidupan
Aku terdiam sejenak dalam lamunan
Merindukan bumi Cenderawasih yang penuh kedamaian
Karena di sini, di bumi kaki ini berdiri
Hati seolah mati, pun pertikaian kian merajai
Hati yang penuh noda dan lupa diri
Bersandar pada kursi para petinggi penyudut pedoman
hakiki
Oh indahnya pesona alammu di ujung Timur Indonesiaku
Singgahi kekaguman hati berderu nan menggebu
Damailah engkau di tengah menuanya zaman berliku
Kepadamu kumengadu, berharap keheningan ini akan
berlalu
Sebuah melodi hening tentang kerinduan sesaat
Khayalanku pada harapan damainya sejuta umat
Kepada bumi Cenderawasihku yang terhormat
Suatu saat nanti sejarah mencatat ada tabiat yang tak
perlu diingat
Jayapura, 20 Februari 2017

Komentar
Posting Komentar